Lumajang.monitorjatim.comJalan rabat beton sepanjang 840 meter yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, kini telah rampung. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pembangunan jalan menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang berlangsung selama 30 hari, sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selain jalan rabat beton dengan lebar 3,5 meter, program tersebut juga mencakup perbaikan drainase sepanjang 310 meter serta pembangunan gorong-gorong sepanjang 5 meter.
Perwira Akomodasi/Liaison Officer (PA LO) TNI AU, Letkol Tek Machfud Djunaedi, mengatakan sasaran pembangunan TMMD ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang dinilai mendesak dan memiliki nilai strategis.
“Keberhasilan TMMD tidak hanya dilihat dari jumlah sasaran fisik yang dibangun atau diperbaiki. Yang lebih penting adalah sejauh mana hasil pembangunan tersebut mampu memperlancar aktivitas masyarakat, membuka akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan,” ujarnya saat penutupan TMMD di Lapangan Desa Ledok Tempuro, Kamis (13/8/2026).
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
“Infrastruktur tersebut akan memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Mas Yudha.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyasar kebutuhan masyarakat di Desa Ledok Tempuro.
Selama pelaksanaan program, terdapat 11 kegiatan nonfisik yang telah direalisasikan, antara lain pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, pelayanan keluarga berencana, penyuluhan UMKM dan kewirausahaan, kesiapsiagaan bencana, hingga edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bagi masyarakat, keberadaan jalan yang lebih baik menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas di lingkungan desa. Akses yang dibangun melalui TMMD diharapkan dapat dimanfaatkan bersama dan dijaga keberlangsungannya setelah program berakhir.
Mas Yudha mengajak masyarakat mempertahankan semangat kebersamaan yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD sekaligus ikut merawat hasil pembangunan.
“Semangat kolaborasi ini harus terus dilanjutkan untuk membangun Lumajang,” pungkasnya.
Berakhirnya TMMD ke-129 di Desa Ledok Tempuro sekaligus menjadi awal bagi masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan tersebut secara bersama. Dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat, infrastruktur yang telah dibangun diharapkan tetap berfungsi dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. (bud)



